Sabtu, September 05, 2009

Jelang Ketika Cinta Bertasbih 2


Para aktor dan aktris muda ini tampak makin sibuk dengan kegiatan masing-masing. Selain aktif menjadi pembicara dalam sejumlah acara terkait dengan sosok mereka sebagai pemain utama film atau berbicara tentang film yang diproduksi SinemArt itu, mereka juga punya aktifitas pribadi yang lumayan padat. Tak pelak lagi, sukses penayangan film Ketika Cinta Bertasbih (KCB), sejak 11 Juni 2009, membuat Odi, Oki, Arsyil, Meyda dan Alice mendapatkan berkah luar biasa.

Odi panggilan akrab Kholidi misalnya, sudah memasuki masa perkuliahan di Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta, awal September lalu Tahun ini, pemuda asal Pasuruan, Jawa Timur itu, tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik jurusan Ilmu Komunikasi. Tanggal 1 September 2009, Odi mulai menjalani masa orientasi mahasiswa atau opspek yang digelar bagi mahasiswa baru selama sepekan. Odi tercatat sebagai lulusan SMAN 55 Jakarta Selatan tahun 2007.

Istimewanya, Odi mendapat beasiswa dari universitas itu selama 8 semester lantaran ‘berkah’ film KCB yang dibintanginya. Atas rekomendasi Neno Warisman, mantan penyanyi yang kini aktif sebagai pendakwah, universitas tersebut memberikan beasiswa pada pemuda kelahiran 30 Maret 1989 ini.

“Bukan hanya lantaran sosok saya sebagai pemain film, yag menjadi pertimbanan beasiswa diberikan, Bunda Neno meyakinkan pihak universitas bahwa saya dianggap memiliki multiple intelengence, sehingga pantas diberi kesempatan menjadi mahasiswa. Ini berkah film KCB karena lewat film ini saya berkenalan dengan Bunda Neno,” tandas Odi.

Harap maklum, Neno adalah salah satu juri audisi pemai KCB, tahun silam, sekaligus pembimbing Odi tatkala sudah terpilih menjad pemeran Azzam. Menjadi mahasiswa dengan program beasiswa ibarat mimpi yang menjadi kenyataan bagi Odi. Sejak lulus SMA, Odi belum berkesempatan mendaftar kuliah lantaran ketiadaan biaya. “Saya akan belajar dengan sungguh-sungguh. Cita-cita saya ingin membuat tayangan televisi yang baik dan mendidik bagi anak-anak dan keluarag di Indonesia,” tandasnya.

Lain Odi, lain pula Arsyil. Pemeran Furqon dalam film KCB ini sedang sibuk menjalani ujian di dua kampus sekaligus. Saat ini Arsyil tercatat sebagai mahasiswa Fisika semester 8 Universitas Hasanudin Makassar sekaligus menimba ilmu teknik informatika di STIMIK, Dipanegara, Makassar pada semester yang sama. “Aku sedang mengurus kepindahan kampus di Jakarta. Tinggal tugas akhir kok,” tutur pemuda kelahiran Makassar, 15 September 1987. Keputusan ini diambil lantaran Arsyil melihat peluang karirnya di Ibukota menyusul keberhasilanya bermain dalam film KCB.

Setali tiga uang, Oki Setiana Dewi juga masih asyik menimba ilmu di Fakultas Sastra Universitas Indonesia jurusan Sastra Belanda. Bersama pemai lain, Oki aktif tampil sebagai pembicara dalam sejumlah diskusi yang membahas tentang film Islami dan membagi pengalaman bagaimana anak muda bisa berprestasi di dunia seni meski tampil menutup aurat atau berjilbab.

Sementara, Meyda “Husna” Sefira, yang masih kuliah di Bandung, lebih sering tampil dalam berbagai kesempatan seperti acara talkshow di mal, bincang-bincang di stasiun radi hingga menjadi nara sumber di berbagai acara televisi. Dan, Alice Norin, si pemeran Eliana juga tak kalah sibuknya. Kebintangannya makin bersinar sejak dikenal sebagai salah satu pemeran utama film KCB. “Banyak manfaat yang bisa saya dapatkan dari film ini,” tuturnya.

Tentang Love Story

Kesibukan ini sejalan dengan persiapan penayangan film KCB 2 bakal tayang perdana serentak di puluhan bioskop pada tanggal 17 September 2009 mendatang. KCB 2 seperti diharapkan Dani Sapawie , Line Producer dari SinemArt, bias mengikuti kesuksesan film KCB dan bahkan lebih. “Sisi dramanya lebih kental dan apa yang menjadi pertanyaan dalam film KCB terjawab dalam sekuelnya,” papar Dani.

Chaerul Umam, sang sutradara mengaku puas dengan kemampuan akting para pemain dalam mengaduk-aduk emosi penonton. KCB 2 diharapkan bisa menjadi film liburan Lebaran yang sukses dinikmati keluarga Indonesia. Inti kisahnya yang bertutur tentang love story, mengingatkan kita pada kisah-kisah drama favorit dalam khasanah perfilman nasional.

Jika Indonesia memiliki ikon pasangan Sophan Sophian-Widyawati di era kejayaan film tahun 1970-an dan Rano Karno-Lidya Kandao lewat film-film remaja di tahun 1980-an, mengapa KCB 2 tidak bisa mengikuti jejak sukses itu dengan hadirnya Odi-Oki. Film yang diangkat dari kesuksesan mega best seller novel dengan judul yang sama karangan Kang Abik ini, lebih terasa indah lagi karena menawarkan kisah tentang cinta dan takdir kehidupan dalam setting pemahaman nilai-nilai yang Islami. Kisah yang benar-benar inspiratif dan mencerahkan,

Dalam catatan, film-film drama di Tanah Air sempat mendapat tempat terhormat dan diminati pencinta film nasional. Hadirnya KCB 2 dalam sentuhan tangan sutradara Chaerul Umam, yang akrab disapa Mamang, seperti oase di tengah padang pasir. Masyarakat Islam Tanah Air merindukan kisah-kisah drama yang dekat dengan kehidupannya serta menawarkan nilai-nilai kebaikan yang bisa menjadi sumber inspirasi.

Jika dalam KCB menawarkan kisah perjuangan Azzam, Oki dan Furqon sebagai mahasiswa di negeri orang, maka KCB 2 adalah sajian ‘pertarungan’ mereka dalam mengamalkan ilmu kehidupan sesunguhnya. Dalam sekuel kedua, diceritakan bagaimana Azzam berjuang menjadi ‘orang’ di Tanah Air sekaligus mencari cinta sejatinya. Sementara Anna dan Furqon, harus menerima kenyataan dilematis atas pernikahannya.

Seperti apa takdir bagi insan-insan muda ini yang digambarkan dalam film? Kehadiran lima bintang utama film didampingi dengan penampilan sejumlah pemain muda lain yang sudah lebih dulu kondang. Ada Dude Harlino dan Asmirandah yang juga beradu akting dengan limabintang muda segar ini. Dude dan Asmirandah memerankan tokoh siapa?

Selain itu, KCB 2 tampak makin greget dengan akting para aktor dan aktris senior. Deddy Mizwar dan Niniek L.Karim mendapat porsi cukup besar dalam banyak adegan. Para penonton yang sudah kepincut dengan KCB yang sukses disaksikan oleh tak kurang 3 juta orang, bakal penasaran untuk segera menyaksikan KCB 2 yang akan mulai tayang di bioskop pada 17 September 2009.
Read More..

Senin, Juli 13, 2009

"Apa kata Cairo padamu Zam?"


Film dibuka dengan kemegahan Mesir, serta kesibukan Azzam yang sibuk saat belanja buat usaha jual tempe dan bakso. Azzam membeli bahan tempe dan baksonya di pasar, sesekali dia memanggul bahan di bahunya dan meletakkanya ketika dia kelelahan, kemudian dipanggilkan taksi dan meluncurlah Azzam ke flat, tentu saja taksi melewati pyramid, megah….! 10-15 menit kemudian terfokus di perayaan KBRI dengan Azzam dan Eliana, Dien Syamsudin juga nongol disini lhooo (walau hanya sebagai cameo, tapi lumayan Pak, nampang!), yang paling berkesan sih saat Azzam membayangkan Eliana memakai jilbab, memang saat itu beberapa detik diperlihatkan Alice Nourin (pemeran Eliana) memekai jilbab, tak lama, mungkin hanya 4 detik.

Adegan demi adegan bergulir seperti isi novelnya, dari Azzam dan Pak Ali berjalan-jalan membicarakan pantai Cleopatra agak terganggu dengan cameo turis yang iseng foto-foto dengan pose super narsis, jadi dialog antara Adegan pengejaran bus oleh Azzam, Anna dan Erna juga seru, trus pingsannya Fadhil saat penggeledahan tamu tak diundang buat mencari Wail Kafuri, juga ada…

Ada adegan yang membuat diriku sampai menitikkan air mata. Suer aku betul-betul nangis. mau tau?? itu lho pas ada adegan si Azzam yang menangis gara mendengar bahwa dia lulus dengan predikat JAYYID atau Memuaskan dalam bahasa Indonesia. Setelah 9 tahun akhirnya dia lulus juga...puff...hampir sama plek denganku. aku 7 tahun kuliah baru lulus...wakakakak...contoh buruk buat para mahasiswa...


Cairo oh Cairo....dalam film ini ada scene yang menampilkan indahnya pemandangan Sungai Nil saat malam. jadi pengen liburan ke sana.

Khoirul Azzam : Kholidi Asadil Alam. Kholidi bagus banget memainkan tokoh Azzam, fisiknya memang sesuai bayanganku sebelumnya, kebapakan, karakter “kakak” dan “imam” sangat melekat. Saat Azzam marah kesannnya gimana gitu, bagus sih, tapi tak apalah.. selebihnya dapet banget lah. Cuma dialognya kayaknya cepet2 banget. Bener2 copyan diriku...agagagag

Ayatul Husna : Meyda Sefira. Aku gak ngerti, kenapa iklan film kok dibebankan pada dia, dari mulai Bank Syariah hingga Motor, heheee.. medoknya okeh, lucu dan lugunya juga okeh, Kemana-mana dia pake motor Mio, iklaaan euy!

Furqon Andi Hasan : Andi Arsyil Rahman. Terlalu glamour.. glamour banget, spellingnya juga agak kaku, terutama saat mengucap “s”. Saat scene dimana dia divonis kena AIDS kurang dramatis. Rada mirip Delon Idol tuh orang

Eliana Pramesti Alam : Alice Sofie Nourin. Dalam bayanganku Eliana itu seperti Luna Maya, tinggi semampai, cantik berambut panjang, sopan, aku pikir Luna Maya juga bisa memerankan sama bagusnya dengan Alice Nourin. Gimana ya? Wajah Alice Nourin terkesan ketus alias tak ramah, hehee.. tak apalah, Alice Nourin bagus kok dengan karakter Eliananya, apalagi saat dia malu2 mengucap “French kiss” ke Azzam, kocak, hehee…

Anna Althafunnisa: Oki Setiana Dewi. Wah, mbak Okki Setiana Top. Anggun, tak berlebihan, dan pass banget! Senyumnya manis, wajahnya jawa asli, jadi aku rasa pas dengan Anna, cantik-cantiknya orang jawa lah. Cocok denganku..:-p

Tiara : Tika Putri. Hmm… Tika Putri lumayan juga kalau pake jilbab, TiPut maennya bagus lah, terutama perhatiannya ke Fadhil saat di rumah sakit menunjukkan kalau dia sangat sayang pada Fadhil.

Fadhil : Lucky Perdana. Lebih garang dikit knapa, Lucky? Lucky terlalu manis buat tokoh Fadhil, gak taulah. Aksen Acehnya itu loh!!

Hafez : Kekocakan terletak pada tokoh ini, gara-gara sikap dan tingkah laku dia yang mengesankan suka dengan Cut Mala, kuooocaak! Mungkin tanpa ada tokoh Hafez, film KCB bakalan kayak film Dark Knight / Da Vinci Code yang musti serius banget nontonnya. Berkat tokoh Hafez inilah kekocakan dan tertawa terjadilah

Cut Mala : Palmaera Galda Pratiwi. ”Kulkasnya dibawa sekalian saja, Hahahahaa”
saat dia mengucap dialog itu, tertawanya sangat lepas tak dibuat-buat. Sampai saat ini, aku masih terbayang-bayang dia, dia menari-nari dalam pikiranku…..cie..cie

Wan Aina : Silmi (nama panggilan). Kuliah di UI yang juga seorang putri dari psikolog terkenal Elly Risman. Silmi logat malaysianya kental banget.

Ust. Mujab : dan tidak ketinggalan yang punya novel. Acting Kang Abik dalam film ini juga tak kalah hebat. Sudah seperti aktor betulan. Nampaknya tak masalah buat Kang Abik yang harus memerankan tokoh Ustad wong dia juga udah Ustad. Ada kalimat yang berkesan sampai sekarang yaitu ketika Ust. Mujab menolak lamaran Azzam dengan kalimat "Apa kata Cairo padamu Zam?".

Scene pernikahan Tiara dengan Zulkifli sangat dramatis, Lagi dari Aceh berjudul “Saleum” yang dinyanyikan Fadhil sangat menyentuh, sayang scene tersebut terlalu cepatan, padahal aku mengharapkan lebih. Kan menurutku salah satu kekuatan KCB 1 ada pada kisah cinta Fadhil dan Tiara (seperti yang Kang Abik).

Scene saat bedah buku Menari Bersama Ombak karya Husnah, Anna begitu menghayati saat dia mendeskripsikan tentang Cinta (yang sebenarnya petikan puisi Rumi dalam Diwan Shamei Tabriz), kurang lebih demikian : “Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar, Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri....... “ Tapi kok figurannya ga alami, kayak wagu gitu.

Kan di Indonesia Eliana dikenal sebagai artis sinteron, coba deh perhatikan saat Eliana di layar TV, Pasti slalu adegan Eliana di kejar-kejar di hutan, kayak salah satu adegan Tarzan Cilik, heheee…..

Film ditutup dengan kedatangan Azzam dan Eliana di bandara, kemudian diserbu artawan mengkonfirmasi hubungan antara Eliana dan Azzam. Dan saat itu juga terlihat Husna melambaikan tangan ke Azzam, dan Azzampun tersenyum membalas lambaian tangan sang adik, trus bersambung dah…. Pas ini aku juga nangis...

Ada cuplikan buat Ketika Cinta Bertasbih 2 kok… saat Azzam bertemu dengan sang Ibu. saat Azzam dipertemukan dengan Anna di rumahnya (Anna saat itu menyerahkan undangan pernikahan di kelaurga Azzam)… saat pernikahan Anna dan Furqan seraya Azzam berkata pada Anna, “Anna nitip Furqan yah? Dia sahabatku” saat Malam pertama Anna dan Furqan… dan saat Anna mau kabur dari rumah tapi ditegur bapaknya…. Hmmm….

Adegan dalam novel yang dihilangkan : Secara keseluruhan film ini hampir sesuai dengan novel, ada beberapa adegan yang dihilangkan, seperti awal dalam novel saat Azzam, Eliana dan pak Ali dalam taksi yang mau berbelanja, padahal adegan itu aku rasa kalau dalam novel juga menggambarkan keindahan kota mesir… Sara Sa’duddin Zilzaf tak ikut pulang bersama satu pesawat dgn Azzam, hanya diceritakan Azzam pulan dengan Eliana. Sara Sa’duddin Zilzaf hanya muncul 2 scene saat menelpon Furqan… Tak ada mimpi Azzam yang bermimpi dia di Indonesia dan di rumahnya sudah ada gadis2 yang ada dalam novel, termasuk Anna Althafunnisa yang konon bercadar…

Tak ada adegan sentuhan lawan jenis, apalagi peluk dan cium, tak ada sama sekali.. top dah! bener2 menggambarkan apa yang ada dalam novel…

Over all, film ini sangat memuaskan dan sama alur ceritanya dengan novelnya. tidak seperti saudara tuanya, film Aayat-Ayat Cinta yang sangat jauh dari kisah novelnya. film ini juga masuk dalam daftar best movie's versi Tekad Budi Wibowo...hahaha...

Kalo kalian belum pada nonton, aku ada sebait kata-kata buat kamu
"Apa kata Cairo padamu nanti jika kau belum menonton KCB?!"
Read More..

Senin, Juni 22, 2009

Akhir yang indah


Detik-detik yang menentukan itu telah berlalu dengan akhir yang sempurna. Sujud syukur dan tangis bahagia mungkin hanya sebagian kecil ekspresi yang bisa menggambarkan kebahagianku kemarin. Lega rasanya mendengar kelulusan 100% anak2 Spenzaga dengan nilai yang cukup memuaskan. Rasa gembira tersebut kian bertambah tatkala Mr. Nurhadi Santosa menyampaikan bahwa nilai UN rata-rata untuk mapel matematika menyentuh angka 94,8!!!!

Sekilas info saja bahwa nilai UN rata-rata mapel matematika tahun 2008 adalah 92,4 dan tertinggi di jateng dan ada sekitar 40an anak yang berhasil mendapatkan nilai 100.
Untuk tahun 2009 ini rata-ratanya meningkat cukup tajam menjadi 94,8 dengan 79 anak yang mendapatkan nilai 100.

Hasil tersebut tidak diraih dengan mudah walau ada anggapan bahwa input dari Spenzaga yang bagus2 tak heran kalo mereka sukses. Ibaratnya anak pinter akan tetap pinter walaupun tidak diapa2in. begitu kata orang2 di luar. Wah anggapan yang salah. Kebetulan aku menjadi saksi bagaimana perjuangan dan pengorbanan dari para guru-guru Spenzaga untuk menyiapkan anak2 didiknya supaya mereka sukses UN 2009. Berbagai program telah mereka lakukan baik dari segi teknis dan non teknis. mulai dari tambahan pelajaran, try out, intensifikasi mapel UN sampai ada kelas alternatif bagi anak2 grid bawah. Hasilnya bisa dilihat sendiri.

Matematika memang menjadi mapel paling populer dan favorit di Spenzaga. Faktor motivasi itu pula yang bisa menjadikan sekolah ini begitu berprestasi di bidang matematika. Tidak hanya itu, acungan jempol pun patut ditujukan kepada guru2 mapel matematika yang telah berhasil menciptakan akademic atmosfer yang baik buat anak2 sehingga mereka begitu menyukai mapel ini.

Tapi di tengah kebahagian itu terselip wajah2 murung dari anak2. Mereka sedih karena tidak bisa mendapatkan nilai 100 untuk mapel matematika. Tak sedikit anak2 kelompok A yang merupakan kelompok atas merasa sangat terpukul karena tidak mendapat nilai 100. Kalo aku melihat bukan karena mereka tidak pintar dibanding teman2nya tapi mereka hanya tidak seberuntung teman2 yang lain. Yah memang terkadang keberuntungan mengalahkan kepandaian. Maka dari itu kita harus selalu ingat kepada Allah yang telah memberikan kenikmatan-Nya kepada kita semua.

Berikut data dan fakta Nilai Rata Rata Ujian Nasional tahun 2009 Spenzaga
Bahasa Indonesia = 84,12
Matematika = 94,85
Bahasa Inggris = 77,80
I P A = 85,16

Peringkat 10 besar :
1. Rahmatya Rumaisa S (9F)
2. Steven Ardiyanto R (9A)
Sekar Sedyaningtyas (9C)
3. Fitri Elvira R (9A)
4. Ian Dika JP (9A)
Intan Kusuma W (9C)
5. Anindita Buana S (9B)
6. Taufik Widi N(9B)
7. Bagus Nugroho (9D)
8. Ryandika Wira A(9F)

congratulation for my student in Spenzaga.....
finally we broke the new record....
i'm proud of you all...

Read More..

Selasa, Juni 16, 2009

Knight's Tour Problem



Keindahan permainan catur telah membuat ribuan, jutaan bahkan milyaran manusia kecanduan memainkan permainan asah otak yang dibuat dari kayu atau plastik ini.

Bagi yang sudah terjun secara mendalam ke dunia catur dan telah menjadi 'insan catur' sejati, tentu telah merasakan dan menikmati keindahan permainan kuno ini selama bertahun-tahun. Keindahan catur salah satunya terkenal dengan istilah KOMBINASI yang merupakan puncak dari taktik catur. Si pecatur seolah-olah 'mabuk' dan secara tidak masuk akal mengorbankan materi/buah caturnya yang berharga kepada lawan. Bagi orang awam catur atau pemula catur yang dilakukan ini akan mengakibatkan kekalahan. Tapi mereka akan terpana ketika beberapa langkah kemudian, Raja lawan dibuat tewas dengan serangkaian langkah paksaan yang indah menawan dan menggetarkan hati. Bagi para master catur, hal ini tentu akan biasa-biasa saja. Keindahan catur yang lain adalah apa yang dikenal dengan PROBLEM CATUR. Si pemain catur disuguhi suatu posisi catur yang menuntut pemain untuk mematkan raja lawan hanya dalam sekian langkah (yang paling sering adalah 3 langkah mat). Fragmen ini sering kita lihat pada 'penjual problem catur' di jalanan atau di keramaian. Bagi orang awam, problem ini kelihatan sangat sulit sekali dipecahkan kalo tidak mau dibilang mustahil. Tapi bagi yang sudah memiliki level catur tingkat tinggi/master, problem catur ini hanyalah mainan hanak-hanak saja.

Sebenarnya banyak macam dari problem catur yang tidak hanya sekedar mematikan raja lawan. Salah satu dari problem catur selain problem mat adalah PROBLEM CATUR TUR KUDA yang sangat terkenal dan sudah sangat kuno. PROBLEM CATUR TUR KUDA ini akhir-akhir ini banyak menyita perhatian penikmat catur (khususnya) dari para pemirsa TV (umumnya), ketika dalam acara FINAL DUEL THE MASTER yang digelar salah TV swasta di tanah air muncul beberapa waktu lalu. Kala itu Deddy Corbuzier, Mentalis Indonesia memberi tugas kepada finalis, Joe Sandy untuk bersama dengannya memecahkan 'PROBLEM CATUR TUR KUDA' secara BLINDFOLD (Catur Buta) alias tidak melihat papan catur. Aksi memukau dari Jose Sandy dan Deddy Corbuzier ini tak pelak membuat semua pemirsa TV baik di gedung maupun di rumah berdecak kagum. Kok bisa ya orang ini melakukan? Begitu pikiran mereka... Aksi inilah yang akhirnya membuat Joe Sandy berhasil merebut hati pemirsa dan menang dengan selisih cukup telak atas rival beratnya LIMBAD, dan menjadikan Jose Sandy sebagai THE MASTER. Dalam kesempatan kali ini, saya akan berusaha mengungkapkan rahasia di balik PROBLEM CATUR TUR KUDA ini, sehingga kita bisa melakukannya juga di rumah. Karena bagi para master catur dan yang serius menggeluti catur, yang dilakukan oleh Jose Sandy ini tidaklah sesulit yang diperkirakan/dipikirkan orang. Karena semua itu ada rahasia dan rumus-rumusnya.

ATURAN PROBLEM TUR KUDA CATUR (atau dalam bahasa Inggris KNIGHT'S TOUR) ini adalah:

Disediakan papan catur standar 8x8. Seorang penonton akan dipilih secara acak untuk memilih salah satu kotak untuk diisi sebuah kuda (sebagai peatk awal). Dimulai dari kotak/petak itu, kuda akan melangkah ke semua petak dari petak-petak catur yang ada, namun setiap petak hanya boleh dilalui 1 kali.

Dan untuk memberi kesan bahwa problem catur ini sangat sulit, penyelesaian harus dilakukan dengan mata tertutup (hanya menyebut notasi atau petaknya saja atau dalam dunia catur lazim disebut dengan Blindfold alias Catur Buta) dan dibutuhkan 2 (dua) orang MENTALIS (Master Deddy Corbuzier dan calon Master Joe Sandy) untuk menyelesaikannya... yang melangkah bergantian... Pada acara itu juga dikesankan bahwa bagaimana pun juga master Deddy 'lebih sakti' dari si calon master Joe Sandy (terlihat Master Deddy lebih cepat dan tegas dalam menyebut petaknya, sedangkan Joe Sandy dikesankan sibuk berpikir keras dan ragu-ragu dalam mengucapkan petaknya).

Problem Tur Kuda sejatinya sudah sangat kuno keberadaannya, bahkan sejak awal-awal diciptakannya permainan catur... Tercatat pada abad ke-9 Masehi pecatur legendaris pada jaman Islam Abu-Bakr Muhammad bin Yahya as-Suli sudah menggagas problem tur kuda ini dalam bukunya yang berjudul 'Kitab Ash-Shatranj'. Problem Tur Kuda ini juga disebut-sebut dan tercantum pada sajak kuno Kavyalankara di India pada abad ke-9 M. dengan jumlah petak yang lebih sedikit. Penyelesaian lengkap secara teori ditemukan oleh H. C. Warnsdorff pada tahun 1823 yang dikenal sebagai algoritma Warnsdorff. Problem Tur Kuda Catur yang lebih banyak petaknya mulai ditemukan pada abad ke-20, seiring dengan berkembangnya teknologi komputasi. Dengan teknologi komputer saat ini, problem tur kuda dapat diselesaikan dengan mudah. Sekarang sudah banyak program penyelesaian tur kuda ini yang bisa diunduh (download) dari internet. Salah satunya adalah yang saya gunakan untuk menyelesaikan tur kuda pada postingan ini.

Sebelumnya orang yang menyelesiakan problem tur kuda catur ini seperti yang pernah dilakukan Joe Sandy dan Deddy Corbuzier pada acara The Master, pernah dilakukan sendirian oleh pecatur Belgia, George Koltanowski baca:
http://en.wikipedia.org/wiki/George_Koltanowski,
yang memang dikenal sebagai ahli catur buta (blindfold) dan diklaim mempunyai kemampuan 'Photographic Memory'. Berangkali teman-teman ada informasi lain tentang orang yang mampu menyelesaikan problem tur kuda catur ini, silakan tambahkan di komentar di bawah...

Dalam kasus Joe Sandy, menurut saya Joe Sandy sebelumnya telah bekerja keras menghapalkan jejak langkah (lintasan) kuda yang jumlahnya 64 langkah (dia bisa menghapalkan hanya 16 lintasan (jejak langkah) saja, karena yang lainnya adalah simetri dari ke 16 jejak langkah ini). Memang daya ingat yang kuat sangat dituntut dalam menyelesaikan problem catur tur kuda ini. Kalo langkah awalnya sudah tahu, tentu akan sangat mudah karena kita hanya menghapalkan 1 jejak langkah saja yang jumlahnya 64 langkah kuda atau disebut dengan LINTASAN KUDA. Dalam gelaran Joe Sandy ini, ada 2 kemungkinan. Pertama, Joe Sandy telah tahu petak awalnya (entah bagaimana caranya) dan selanjutnya karena sudah hapal jejaknya, makanya si Joe tinggal menyebutkan petak kelanjutan dari yang diucapkan oleh rekannya (Master Deddy Corbuzier). Dan kemungkinan yang kedua, Joe Sandy memang tidak tahu petak awalnya, sehingga tugas Si Master muda ini menjadi lebih berat karena dia harus menghapalkan minimal 16 jejak langkah kuda + simetrinya total 64 jejak langkah. Kalo kemungkinan yang kedua ini yang terjadi, Joe Sandy memang harus diakui mempunyai 'PHOTOGRAPHIC MEMORY' atau INGATAN EIDETIK yang hebat, apalagi kalo sebelumnya belum pernah hapal dan harus menghapalkan saat itu dengan waktu cuman 60 detik saja). Atau Joe Sandy bisa juga menguasai teknik/ilmu SUPER MEMORY (disiplin ilmu baru yang mempelajari pemanfaatan maksimal dari kekuatan otak). Salah satu teknik Super Memory yang terkenal yaitu mnemonik (sejak SD saya menghapalkan warna resistor dengan mnemonik 'ME-JI-KU-HI-BI-U-A-P' Merah-Jingga-Kuning-Hijau-Biru-Ungu-AbuAbu-Putih).

Secara teori penyelesaian problem ini menggunakan apa yang disebut dengan Lintasan Hameltonian yang merupakan lintasan yang bentuknya tertutup, teorinya baca di alamat http://en.wikipedia.org/wiki/Hamiltonian_path_problem. Teori ini adalah terapan pada mata kuliah 'Teori Graph' yang diajarkan di Universitas atau Sekolah Tinggi jurusan Teknik Komputer/Informatika.

Biar tidak penasaran dan bisa mengerjakan sendiri di rumah (dan bergaya ala Joe Sandy), di bawah ini ditampilkan kunci penyelesaian ke 64 jejak langkah (lintasan)

Problem Tur Kuda Catur:






















a8-b6-a4-b2-d1-f2-h1-g3-f1-h2-g4-h6-g8-e7-c8-a7-b5-a3-b1- d2-c4-a5-b7-d8-f7-h8-g6-h4-g2-e1-f3-g1-h3-g5-h7-f8-d7- e5-c6-b8-a6-c7-e8-d6-f5-e3-c2-a1-b3-d4-e2-c1-a2-c3-e4-f6-h5-g7-e6- c5-d3-f4-d5-b4

Untuk kunci LINTASAN KUDA LAINNYA (ke-16 lintasan kuda) bisa langsung saja bisa disedot di alamat (belum ada nama petak caturnya, bisa diberi sendiri khan):

http://www.4shared.com/file/106327079/f750b67d/16_lintasan_kuda_utama.html

dan yang selanjutnya (ke-48 lintasan kuda lainnya), sebenarnya adalah simetri (baik simetri horisontal, vertikal maupun diagonal) dari ke-16 jejak langkah kuda ini. Kunci Jawaban Tur Kuda Catur yang lebih lengkap (64 kemungkinan) bisa menyedotnya (download) GRATIS dengan menuju ke TKP dengan KLIK DI SINI (menyusul).

Sebetulnya problem tur kuda catur yang diselesaikan oleh Master Deddy dan Master Joe di acara The Master itu belum seberapa karena pada acara itu tur kuda menggunakan papan catur standar dengan ukuran 8x8. Saat ini dengan bantuan komputer telah dapat dipecahkan PROBLEM TUR KUDA CATUR yang menggunakan papan yang jauh lebih luas yaitu dengan ukuran 24x24 bahkan lebih. Ck... ck... ck...


Read More..

Sabtu, Mei 30, 2009

Diamond


Karbon mungkin menjadi sebuah unsur yang kita kenal sehari hari sebagai arang hitam lunak jelaga, sisa pembakaran, yang dihujat para environmentalis karena membuat CO2 yang menjadikan perubahan iklim dunia semakin panas.

Harga karbon sangat bervariasi, ada karbon yang hampir hampir tidak memiliki nilai, anda bisa beli sekarung arang bekas pembakaran hanya dengan harga yang murah, ada juga karbon yang sedikit memiliki nilai setelah mengalami proses dijadikan karbon aktif atau arang/grafit yang lunak sehingga mudah digunakan menjadi mata pensil untuk menulis, dan ada juga karbon yang cukup mahal ketika diolah menjadi serat serta karbon dan digunakan dalam berbagai struktur yang ringan seperti raket badminton (Carbonex) atau raket tennis, stick golf, stick pancingan sampai pada struktur mobil Formula One yang sangat ringan, hingga Struktur pesawat tempur siluman dan satelit yang bersandar pada penggunaan karbon komposit.
Karbon adalah salah satu dari sedemikian banyak material yang ada dimuka bumi ini, dan dari seluruh material/bahan yang ada didunia ini, ada satu material yang memiliki nilai yang sangat tinggi, yang dicari cari baik karena keindahannya maupun sifat mekanik yang dimilikinya. Diamond atau berlian merupakan sebuah material permata putih dan kaang berwarna hitam yang memiliki sinar cemerlang dan menarik, dan diakui saat ini merupakan material yang dikenal paling mahal harganya dan paling banyak dicari
Buat ilmuwan, diamond adalah material yang paling keras, dengan karakteristik yang ekstrim. Bila dibandingkan dengan material lain, diamond selalu berada peringkat paling atas. Selain dikenal sebagai material terkeras, paling sedikit terkompressi, paling kaku paling baik konduktor panas, dengan koefisien expansi panas terkecil, Inert terhadap asam dan alkali, transparant dan Berlian adalah salah satu material yang memiliki elektron negatif.

Sungguh Diamond atau berlian memiliki keindahan serta sifat karakteritik yang dicari cari oleh banyak orang. Namun siapa sangka kalau material yang putih dengan sinar cemerlang ini dulunya adalah sekumpulan karbon arang yang hitam legam yang memiliki arti bila tidak diproses. Berlian ternyata terbentuk dari sekumpulan elemen carbon individual, dengan karakteristik perulangan susunan atom C yang khusus sehingga membentuk kristal yang padat membuat diamond berbeda dengan arang. Hanya karena susunan atom C yang tercipta membentuk kristal spesial yang membuat Diamond lebih kuat dari baja sekalipun.

Kunci dari perbedaan mendasar antara grafit arang dengan diamond adalah susunan struktur kristal dari unsur Carbon. Pembentukan kristal yang berbeda ini sangat dipengaruhi oleh proses thermal dan kinetik yang diterima oleh sekumpulan karbon. Dimana pada suhu dan tekanan biasa sisa pembakaran atau karbon hanya akan menciptakan arang grafit yang lunak serta jelaga hitam. Namun bila proses pembakaran dilakukan pada suhu tinggi dikuti dengan tekanan lingungan sekitar yang tinggi, maka susunan kristal atom karbon menjadi semakin padat dan spesial sehingga menghasilkan sebuah diamond yang kuat, keras berkilauan.

Adalah Lingkungan yang sesuai yang telah membentuk carbon hitam menjadi sebuah kristal berlian yang putih cemerlang. Suhu tinggi, tekanan tinggi membuat susunan atom C pada berlian menjadi sangat padat, dan melepaskan struktur ikatan bawaan arang menjadi ikatan dengan susunan yang baru. Lantas apa korelasi fakta pembentukan berlian dan karbon dalam misi kita “Mereka Harus Sukses”. Tidak lain dan tidak bukan bahwa pendefinisian sukses pada sebuah pendidikan haruslah berpatokan pada sebuah penambahan Value added pada manusia. Sebagaimana penambahan nilai yang berlipat ganda yang terjadi bila sebuah karbon berubah menjadi sebutir berlian

Jadi ini sekaligus menjawab pertanyaan kita saat ini mengenai fungsi dan status kualitas institusi pendidikan. Sekolah yang baik bukanlah sekolah yang hanya menerima anak pintar kemudian bangga dengan kepandaian anak tersebut, namun sekolah yang berkualitas adalah sebuah lingkungan sekolah yang mampu merubah anak anak yang memiliki kemampuan serta keterampilan rendah menjadi anak anak yang high achiever, sehingga mereka menjadi pemuda pemuda memiliki nilai yang sangat tinggi di masyarakat kita, bahkan di dunia internasional sekalipun

Nah… jikalau kita menghendaki anak anak didik kita menjadi berlian yang berkilauan, maka persiapkan lingkungan, serta energi yang cukup dalam menciptakan sebuah sistem pendidikan yang memang pas. Banyak perubahan yang harus dilakukan pada institusi pendidikan kita untuk meningkatkan kualitas anak didik kita, para pendidik terutama harus mulai mendefinisikan ulang bagaimana bentuk pendidikan serta sekolah yang mampu menciptakan siswa yang berkilauan. Sebagaimana diamond yang terbentuk dalam proses yang tekanan dan suhu tinggi maka pembentukkan manusia juga memerlukan lingkungan adaptasi.

Satu hal lagi, sebagaimana yang kita tahu bahwa Berlian atau Diamond bukan barang murahan dia sangat jarang ditemukan, dan alam telah membentuk berlian ini, sebuah material yang keras yang sangat baik untuk digunakan dalam banyak desain terutama untuk peralatan potong. Berlian sangat mahal dalam proses penambangannya maupun proses pemotongannya. Tak mungkin rasanya menemukan sepotong berlian yang dapat diperoleh dengan harga murah.

Demikian pula dengan pendidikan anak anak kita, DONOT SETTLE FOR LESS MONEY. Sebab pendidikan memang membutuhkan komitmen dan pembiayaan yang memang besar. Jadi persiapkan komitmen tersebut untuk anak anak kita, disatu sisi lagi ..Awass..jangan tertipu dengan harga pendidikan yang mahal, sebab banyak orang yang tertipu mengeluarkan uang banyak namun hanya mendapatkan seonggok kristal gelas bukannya Berlian asli.

Membuat berlian dari seonggok arang memang terlihat fantastik, dan luar biasa, apalagi kemudian kita berusaha menerapkan hal yang sama untuk pendidikan anak anak kita.. diperlukan orang yang luar biasa yang mampu merubah anak anak menjadi pemuda tangguh pemberi solusi dimasa depan. Namun sebagaimana kata orang bijak , “ndak ada orang yang RUAR BIASA di dunia ini”, Yang ada disini adalah sebuah Mimpi yg Luar BiasaYang membutuhkan Kerja yang luar biasa Diperlukan empat kartu AS dalam mencapai ini yaitu kerja kerAS, kerja cerdAS, kerja tuntAS dan kerja ikhlAS.

Keep the fire on, mungkin kita tak akan mendapatkan diamond tersebut dalm satu atau dua generasi, tetapi semangat dan usaha kita pasti akan terlihat oleh anak anak kita, dan pada gilirannya mereka yang akan meneruskan kerja dan semangat ini. Hingga nantinya semangat membentuk generasi berlian terus mengalir dalam darah anak anak kita, menjadi modal pada pembentukan sebuah khasanah peradaban yang gemilang dan setimbang. and let them know ” Diamonds are Forever”
Read More..