Jumat, Februari 26, 2010

TUGAS MATEMATIKA KELAS VIIF dan VIIG

Silahkan klik link dibawah ini. Tugas dikerjakan di kertas folio bergaris. dikumpulkan paling lambat hari Rabu, 3 Maret 2010 . Selamat mengerjakan.............
http://www.4shared.com/file/230064891/dc6837e5/Tugas_Matematika_Kelas_7.html Read More..

Kamis, Desember 17, 2009

hasil ulangan bilingual 2009

nilai ulangan semester 1 bilingual
mapel matematika

kelas 7F
1. agreva tania = 84,29
2. anggun hysa = 52,14
3. arjun = 82,86
4. aurora = 64,29
5. camilia = 60,71
6. dhiya = 86,43
7. dimas = 64,29
8. dinan = 72,14
9. fabia = 65
10. ferisa = 67,86
11. karunia = 85,71
12. larasati justika = 73,57
13. larasati nanda = 85,00
14. levita = 97,86
15. marianti = 72,14
16. marisa = 86,43
17. mega = 80,71
18. ninik = 53,57
19. novia = 70,71
20. nur isnaeni = 62,86
21. prima = 75,00
22. putri dies = 82,86
23. rachma fatin = 71,43
24. rozan = 52,86
25. rully = 70,71
26. tenia = 82,14
27. teushy = 75,00
28. thareq = 62,14
29. wahyu tri anggono = 85,71



kelas 7G
1. achmad munif = 77,86
2. akaz = 75,71
3. anggit = 76,71
4. ardhita meily = 68,57
5. ari intan = 74,29
6. bias = 86,43
7. clara = 77,86
8. conni = 90,00
9. dea ayu = 72,86
10. fadhil = 65,71
11. farikh = 82,86
12. firda = 44,29
13. hendini = 56,43
14. julia widi = 89,29
15. juniardi = 62,86
16. lely = 87,14
17. mutiara = 73,57
18. nindya = 84,29
19. nurfitria = 66,43
20. ovi = 85,71
21. putri belinda = 80,00
22. ratna = 70,00
23. rizky = 80,00
24. sherin = 82,86
25. thomi = 75,00
26. tiara = 70,71
27. verinna = 87,86
28. wildan = 54,14
29. yoga = 52,14
30. yuni = 80,71


yah ga ada yang dapet 100.......

Read More..

Sabtu, September 05, 2009

Jelang Ketika Cinta Bertasbih 2


Para aktor dan aktris muda ini tampak makin sibuk dengan kegiatan masing-masing. Selain aktif menjadi pembicara dalam sejumlah acara terkait dengan sosok mereka sebagai pemain utama film atau berbicara tentang film yang diproduksi SinemArt itu, mereka juga punya aktifitas pribadi yang lumayan padat. Tak pelak lagi, sukses penayangan film Ketika Cinta Bertasbih (KCB), sejak 11 Juni 2009, membuat Odi, Oki, Arsyil, Meyda dan Alice mendapatkan berkah luar biasa.

Odi panggilan akrab Kholidi misalnya, sudah memasuki masa perkuliahan di Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta, awal September lalu Tahun ini, pemuda asal Pasuruan, Jawa Timur itu, tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik jurusan Ilmu Komunikasi. Tanggal 1 September 2009, Odi mulai menjalani masa orientasi mahasiswa atau opspek yang digelar bagi mahasiswa baru selama sepekan. Odi tercatat sebagai lulusan SMAN 55 Jakarta Selatan tahun 2007.

Istimewanya, Odi mendapat beasiswa dari universitas itu selama 8 semester lantaran ‘berkah’ film KCB yang dibintanginya. Atas rekomendasi Neno Warisman, mantan penyanyi yang kini aktif sebagai pendakwah, universitas tersebut memberikan beasiswa pada pemuda kelahiran 30 Maret 1989 ini.

“Bukan hanya lantaran sosok saya sebagai pemain film, yag menjadi pertimbanan beasiswa diberikan, Bunda Neno meyakinkan pihak universitas bahwa saya dianggap memiliki multiple intelengence, sehingga pantas diberi kesempatan menjadi mahasiswa. Ini berkah film KCB karena lewat film ini saya berkenalan dengan Bunda Neno,” tandas Odi.

Harap maklum, Neno adalah salah satu juri audisi pemai KCB, tahun silam, sekaligus pembimbing Odi tatkala sudah terpilih menjad pemeran Azzam. Menjadi mahasiswa dengan program beasiswa ibarat mimpi yang menjadi kenyataan bagi Odi. Sejak lulus SMA, Odi belum berkesempatan mendaftar kuliah lantaran ketiadaan biaya. “Saya akan belajar dengan sungguh-sungguh. Cita-cita saya ingin membuat tayangan televisi yang baik dan mendidik bagi anak-anak dan keluarag di Indonesia,” tandasnya.

Lain Odi, lain pula Arsyil. Pemeran Furqon dalam film KCB ini sedang sibuk menjalani ujian di dua kampus sekaligus. Saat ini Arsyil tercatat sebagai mahasiswa Fisika semester 8 Universitas Hasanudin Makassar sekaligus menimba ilmu teknik informatika di STIMIK, Dipanegara, Makassar pada semester yang sama. “Aku sedang mengurus kepindahan kampus di Jakarta. Tinggal tugas akhir kok,” tutur pemuda kelahiran Makassar, 15 September 1987. Keputusan ini diambil lantaran Arsyil melihat peluang karirnya di Ibukota menyusul keberhasilanya bermain dalam film KCB.

Setali tiga uang, Oki Setiana Dewi juga masih asyik menimba ilmu di Fakultas Sastra Universitas Indonesia jurusan Sastra Belanda. Bersama pemai lain, Oki aktif tampil sebagai pembicara dalam sejumlah diskusi yang membahas tentang film Islami dan membagi pengalaman bagaimana anak muda bisa berprestasi di dunia seni meski tampil menutup aurat atau berjilbab.

Sementara, Meyda “Husna” Sefira, yang masih kuliah di Bandung, lebih sering tampil dalam berbagai kesempatan seperti acara talkshow di mal, bincang-bincang di stasiun radi hingga menjadi nara sumber di berbagai acara televisi. Dan, Alice Norin, si pemeran Eliana juga tak kalah sibuknya. Kebintangannya makin bersinar sejak dikenal sebagai salah satu pemeran utama film KCB. “Banyak manfaat yang bisa saya dapatkan dari film ini,” tuturnya.

Tentang Love Story

Kesibukan ini sejalan dengan persiapan penayangan film KCB 2 bakal tayang perdana serentak di puluhan bioskop pada tanggal 17 September 2009 mendatang. KCB 2 seperti diharapkan Dani Sapawie , Line Producer dari SinemArt, bias mengikuti kesuksesan film KCB dan bahkan lebih. “Sisi dramanya lebih kental dan apa yang menjadi pertanyaan dalam film KCB terjawab dalam sekuelnya,” papar Dani.

Chaerul Umam, sang sutradara mengaku puas dengan kemampuan akting para pemain dalam mengaduk-aduk emosi penonton. KCB 2 diharapkan bisa menjadi film liburan Lebaran yang sukses dinikmati keluarga Indonesia. Inti kisahnya yang bertutur tentang love story, mengingatkan kita pada kisah-kisah drama favorit dalam khasanah perfilman nasional.

Jika Indonesia memiliki ikon pasangan Sophan Sophian-Widyawati di era kejayaan film tahun 1970-an dan Rano Karno-Lidya Kandao lewat film-film remaja di tahun 1980-an, mengapa KCB 2 tidak bisa mengikuti jejak sukses itu dengan hadirnya Odi-Oki. Film yang diangkat dari kesuksesan mega best seller novel dengan judul yang sama karangan Kang Abik ini, lebih terasa indah lagi karena menawarkan kisah tentang cinta dan takdir kehidupan dalam setting pemahaman nilai-nilai yang Islami. Kisah yang benar-benar inspiratif dan mencerahkan,

Dalam catatan, film-film drama di Tanah Air sempat mendapat tempat terhormat dan diminati pencinta film nasional. Hadirnya KCB 2 dalam sentuhan tangan sutradara Chaerul Umam, yang akrab disapa Mamang, seperti oase di tengah padang pasir. Masyarakat Islam Tanah Air merindukan kisah-kisah drama yang dekat dengan kehidupannya serta menawarkan nilai-nilai kebaikan yang bisa menjadi sumber inspirasi.

Jika dalam KCB menawarkan kisah perjuangan Azzam, Oki dan Furqon sebagai mahasiswa di negeri orang, maka KCB 2 adalah sajian ‘pertarungan’ mereka dalam mengamalkan ilmu kehidupan sesunguhnya. Dalam sekuel kedua, diceritakan bagaimana Azzam berjuang menjadi ‘orang’ di Tanah Air sekaligus mencari cinta sejatinya. Sementara Anna dan Furqon, harus menerima kenyataan dilematis atas pernikahannya.

Seperti apa takdir bagi insan-insan muda ini yang digambarkan dalam film? Kehadiran lima bintang utama film didampingi dengan penampilan sejumlah pemain muda lain yang sudah lebih dulu kondang. Ada Dude Harlino dan Asmirandah yang juga beradu akting dengan limabintang muda segar ini. Dude dan Asmirandah memerankan tokoh siapa?

Selain itu, KCB 2 tampak makin greget dengan akting para aktor dan aktris senior. Deddy Mizwar dan Niniek L.Karim mendapat porsi cukup besar dalam banyak adegan. Para penonton yang sudah kepincut dengan KCB yang sukses disaksikan oleh tak kurang 3 juta orang, bakal penasaran untuk segera menyaksikan KCB 2 yang akan mulai tayang di bioskop pada 17 September 2009.
Read More..

Senin, Juli 13, 2009

"Apa kata Cairo padamu Zam?"


Film dibuka dengan kemegahan Mesir, serta kesibukan Azzam yang sibuk saat belanja buat usaha jual tempe dan bakso. Azzam membeli bahan tempe dan baksonya di pasar, sesekali dia memanggul bahan di bahunya dan meletakkanya ketika dia kelelahan, kemudian dipanggilkan taksi dan meluncurlah Azzam ke flat, tentu saja taksi melewati pyramid, megah….! 10-15 menit kemudian terfokus di perayaan KBRI dengan Azzam dan Eliana, Dien Syamsudin juga nongol disini lhooo (walau hanya sebagai cameo, tapi lumayan Pak, nampang!), yang paling berkesan sih saat Azzam membayangkan Eliana memakai jilbab, memang saat itu beberapa detik diperlihatkan Alice Nourin (pemeran Eliana) memekai jilbab, tak lama, mungkin hanya 4 detik.

Adegan demi adegan bergulir seperti isi novelnya, dari Azzam dan Pak Ali berjalan-jalan membicarakan pantai Cleopatra agak terganggu dengan cameo turis yang iseng foto-foto dengan pose super narsis, jadi dialog antara Adegan pengejaran bus oleh Azzam, Anna dan Erna juga seru, trus pingsannya Fadhil saat penggeledahan tamu tak diundang buat mencari Wail Kafuri, juga ada…

Ada adegan yang membuat diriku sampai menitikkan air mata. Suer aku betul-betul nangis. mau tau?? itu lho pas ada adegan si Azzam yang menangis gara mendengar bahwa dia lulus dengan predikat JAYYID atau Memuaskan dalam bahasa Indonesia. Setelah 9 tahun akhirnya dia lulus juga...puff...hampir sama plek denganku. aku 7 tahun kuliah baru lulus...wakakakak...contoh buruk buat para mahasiswa...


Cairo oh Cairo....dalam film ini ada scene yang menampilkan indahnya pemandangan Sungai Nil saat malam. jadi pengen liburan ke sana.

Khoirul Azzam : Kholidi Asadil Alam. Kholidi bagus banget memainkan tokoh Azzam, fisiknya memang sesuai bayanganku sebelumnya, kebapakan, karakter “kakak” dan “imam” sangat melekat. Saat Azzam marah kesannnya gimana gitu, bagus sih, tapi tak apalah.. selebihnya dapet banget lah. Cuma dialognya kayaknya cepet2 banget. Bener2 copyan diriku...agagagag

Ayatul Husna : Meyda Sefira. Aku gak ngerti, kenapa iklan film kok dibebankan pada dia, dari mulai Bank Syariah hingga Motor, heheee.. medoknya okeh, lucu dan lugunya juga okeh, Kemana-mana dia pake motor Mio, iklaaan euy!

Furqon Andi Hasan : Andi Arsyil Rahman. Terlalu glamour.. glamour banget, spellingnya juga agak kaku, terutama saat mengucap “s”. Saat scene dimana dia divonis kena AIDS kurang dramatis. Rada mirip Delon Idol tuh orang

Eliana Pramesti Alam : Alice Sofie Nourin. Dalam bayanganku Eliana itu seperti Luna Maya, tinggi semampai, cantik berambut panjang, sopan, aku pikir Luna Maya juga bisa memerankan sama bagusnya dengan Alice Nourin. Gimana ya? Wajah Alice Nourin terkesan ketus alias tak ramah, hehee.. tak apalah, Alice Nourin bagus kok dengan karakter Eliananya, apalagi saat dia malu2 mengucap “French kiss” ke Azzam, kocak, hehee…

Anna Althafunnisa: Oki Setiana Dewi. Wah, mbak Okki Setiana Top. Anggun, tak berlebihan, dan pass banget! Senyumnya manis, wajahnya jawa asli, jadi aku rasa pas dengan Anna, cantik-cantiknya orang jawa lah. Cocok denganku..:-p

Tiara : Tika Putri. Hmm… Tika Putri lumayan juga kalau pake jilbab, TiPut maennya bagus lah, terutama perhatiannya ke Fadhil saat di rumah sakit menunjukkan kalau dia sangat sayang pada Fadhil.

Fadhil : Lucky Perdana. Lebih garang dikit knapa, Lucky? Lucky terlalu manis buat tokoh Fadhil, gak taulah. Aksen Acehnya itu loh!!

Hafez : Kekocakan terletak pada tokoh ini, gara-gara sikap dan tingkah laku dia yang mengesankan suka dengan Cut Mala, kuooocaak! Mungkin tanpa ada tokoh Hafez, film KCB bakalan kayak film Dark Knight / Da Vinci Code yang musti serius banget nontonnya. Berkat tokoh Hafez inilah kekocakan dan tertawa terjadilah

Cut Mala : Palmaera Galda Pratiwi. ”Kulkasnya dibawa sekalian saja, Hahahahaa”
saat dia mengucap dialog itu, tertawanya sangat lepas tak dibuat-buat. Sampai saat ini, aku masih terbayang-bayang dia, dia menari-nari dalam pikiranku…..cie..cie

Wan Aina : Silmi (nama panggilan). Kuliah di UI yang juga seorang putri dari psikolog terkenal Elly Risman. Silmi logat malaysianya kental banget.

Ust. Mujab : dan tidak ketinggalan yang punya novel. Acting Kang Abik dalam film ini juga tak kalah hebat. Sudah seperti aktor betulan. Nampaknya tak masalah buat Kang Abik yang harus memerankan tokoh Ustad wong dia juga udah Ustad. Ada kalimat yang berkesan sampai sekarang yaitu ketika Ust. Mujab menolak lamaran Azzam dengan kalimat "Apa kata Cairo padamu Zam?".

Scene pernikahan Tiara dengan Zulkifli sangat dramatis, Lagi dari Aceh berjudul “Saleum” yang dinyanyikan Fadhil sangat menyentuh, sayang scene tersebut terlalu cepatan, padahal aku mengharapkan lebih. Kan menurutku salah satu kekuatan KCB 1 ada pada kisah cinta Fadhil dan Tiara (seperti yang Kang Abik).

Scene saat bedah buku Menari Bersama Ombak karya Husnah, Anna begitu menghayati saat dia mendeskripsikan tentang Cinta (yang sebenarnya petikan puisi Rumi dalam Diwan Shamei Tabriz), kurang lebih demikian : “Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar, Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri....... “ Tapi kok figurannya ga alami, kayak wagu gitu.

Kan di Indonesia Eliana dikenal sebagai artis sinteron, coba deh perhatikan saat Eliana di layar TV, Pasti slalu adegan Eliana di kejar-kejar di hutan, kayak salah satu adegan Tarzan Cilik, heheee…..

Film ditutup dengan kedatangan Azzam dan Eliana di bandara, kemudian diserbu artawan mengkonfirmasi hubungan antara Eliana dan Azzam. Dan saat itu juga terlihat Husna melambaikan tangan ke Azzam, dan Azzampun tersenyum membalas lambaian tangan sang adik, trus bersambung dah…. Pas ini aku juga nangis...

Ada cuplikan buat Ketika Cinta Bertasbih 2 kok… saat Azzam bertemu dengan sang Ibu. saat Azzam dipertemukan dengan Anna di rumahnya (Anna saat itu menyerahkan undangan pernikahan di kelaurga Azzam)… saat pernikahan Anna dan Furqan seraya Azzam berkata pada Anna, “Anna nitip Furqan yah? Dia sahabatku” saat Malam pertama Anna dan Furqan… dan saat Anna mau kabur dari rumah tapi ditegur bapaknya…. Hmmm….

Adegan dalam novel yang dihilangkan : Secara keseluruhan film ini hampir sesuai dengan novel, ada beberapa adegan yang dihilangkan, seperti awal dalam novel saat Azzam, Eliana dan pak Ali dalam taksi yang mau berbelanja, padahal adegan itu aku rasa kalau dalam novel juga menggambarkan keindahan kota mesir… Sara Sa’duddin Zilzaf tak ikut pulang bersama satu pesawat dgn Azzam, hanya diceritakan Azzam pulan dengan Eliana. Sara Sa’duddin Zilzaf hanya muncul 2 scene saat menelpon Furqan… Tak ada mimpi Azzam yang bermimpi dia di Indonesia dan di rumahnya sudah ada gadis2 yang ada dalam novel, termasuk Anna Althafunnisa yang konon bercadar…

Tak ada adegan sentuhan lawan jenis, apalagi peluk dan cium, tak ada sama sekali.. top dah! bener2 menggambarkan apa yang ada dalam novel…

Over all, film ini sangat memuaskan dan sama alur ceritanya dengan novelnya. tidak seperti saudara tuanya, film Aayat-Ayat Cinta yang sangat jauh dari kisah novelnya. film ini juga masuk dalam daftar best movie's versi Tekad Budi Wibowo...hahaha...

Kalo kalian belum pada nonton, aku ada sebait kata-kata buat kamu
"Apa kata Cairo padamu nanti jika kau belum menonton KCB?!"
Read More..

Senin, Juni 22, 2009

Akhir yang indah


Detik-detik yang menentukan itu telah berlalu dengan akhir yang sempurna. Sujud syukur dan tangis bahagia mungkin hanya sebagian kecil ekspresi yang bisa menggambarkan kebahagianku kemarin. Lega rasanya mendengar kelulusan 100% anak2 Spenzaga dengan nilai yang cukup memuaskan. Rasa gembira tersebut kian bertambah tatkala Mr. Nurhadi Santosa menyampaikan bahwa nilai UN rata-rata untuk mapel matematika menyentuh angka 94,8!!!!

Sekilas info saja bahwa nilai UN rata-rata mapel matematika tahun 2008 adalah 92,4 dan tertinggi di jateng dan ada sekitar 40an anak yang berhasil mendapatkan nilai 100.
Untuk tahun 2009 ini rata-ratanya meningkat cukup tajam menjadi 94,8 dengan 79 anak yang mendapatkan nilai 100.

Hasil tersebut tidak diraih dengan mudah walau ada anggapan bahwa input dari Spenzaga yang bagus2 tak heran kalo mereka sukses. Ibaratnya anak pinter akan tetap pinter walaupun tidak diapa2in. begitu kata orang2 di luar. Wah anggapan yang salah. Kebetulan aku menjadi saksi bagaimana perjuangan dan pengorbanan dari para guru-guru Spenzaga untuk menyiapkan anak2 didiknya supaya mereka sukses UN 2009. Berbagai program telah mereka lakukan baik dari segi teknis dan non teknis. mulai dari tambahan pelajaran, try out, intensifikasi mapel UN sampai ada kelas alternatif bagi anak2 grid bawah. Hasilnya bisa dilihat sendiri.

Matematika memang menjadi mapel paling populer dan favorit di Spenzaga. Faktor motivasi itu pula yang bisa menjadikan sekolah ini begitu berprestasi di bidang matematika. Tidak hanya itu, acungan jempol pun patut ditujukan kepada guru2 mapel matematika yang telah berhasil menciptakan akademic atmosfer yang baik buat anak2 sehingga mereka begitu menyukai mapel ini.

Tapi di tengah kebahagian itu terselip wajah2 murung dari anak2. Mereka sedih karena tidak bisa mendapatkan nilai 100 untuk mapel matematika. Tak sedikit anak2 kelompok A yang merupakan kelompok atas merasa sangat terpukul karena tidak mendapat nilai 100. Kalo aku melihat bukan karena mereka tidak pintar dibanding teman2nya tapi mereka hanya tidak seberuntung teman2 yang lain. Yah memang terkadang keberuntungan mengalahkan kepandaian. Maka dari itu kita harus selalu ingat kepada Allah yang telah memberikan kenikmatan-Nya kepada kita semua.

Berikut data dan fakta Nilai Rata Rata Ujian Nasional tahun 2009 Spenzaga
Bahasa Indonesia = 84,12
Matematika = 94,85
Bahasa Inggris = 77,80
I P A = 85,16

Peringkat 10 besar :
1. Rahmatya Rumaisa S (9F)
2. Steven Ardiyanto R (9A)
Sekar Sedyaningtyas (9C)
3. Fitri Elvira R (9A)
4. Ian Dika JP (9A)
Intan Kusuma W (9C)
5. Anindita Buana S (9B)
6. Taufik Widi N(9B)
7. Bagus Nugroho (9D)
8. Ryandika Wira A(9F)

congratulation for my student in Spenzaga.....
finally we broke the new record....
i'm proud of you all...

Read More..